Penelitian ini mengkaji peran manajemen Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Ciseeng, Kabupaten Bogor, dalam mengimplementasikan kebijakan penguatan karakter dan moderasi beragama. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan analisis tematik model Miles & Huberman, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen terhadap delapan informan (pimpinan, ustadz, pembina, dan santri). Latar Belakang: isu intoleransi dan radikalisme mendorong negara menetapkan kebijakan moderasi beragama. Tujuan Penelitian: mendeskripsikan dan menganalisis peran manajerial pesantren dalam implementasi kebijakan. Metode: studi kasus kualitatif dengan analisis tematik Miles & Huberman. Hasil: ditemukan empat tema utama sesuai dimensi Edwards III — resonansi nilai dalam komunikasi kebijakan, keteladanan sebagai sumber daya simbolik, komitmen ideologis pelaksana, dan sistem kegiatan harian sebagai kurikulum tersembunyi karakter. Kesimpulan: model Edwards III dapat diperluas ke ranah pendidikan Islam non-formal dengan penambahan dimensi resonansi nilai dan sumber daya simbolik.
Copyrights © 2026