Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kerentanan siswa SMA terhadap pengaruh negatif lingkungan, khususnya penyalahgunaan minuman keras (iskar) yang berakar pada fenomena hilangnya adab. Tujuan penelitian adalah melakukan analisis kebutuhan terhadap pendidikan adab terhadap diri sendiri sebagai upaya preventif dan kuratif bagi siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei daring terhadap 151 responden siswa SMA menggunakan kuesioner yang mengukur 15 indikator kesadaran adab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kesadaran spiritual tinggi dengan memandang tubuh dan akal sebagai amanah Tuhan. Namun, terdapat celah pada aspek kontrol diri internal (Muraqabah) dan kerentanan terhadap gaya hidup hedonis figur publik yang memerlukan intervensi khusus. Siswa secara kolektif mengakui bahwa pembentukan adab diri jauh lebih mendesak daripada pencapaian akademik semata. Simpulannya, pengembangan pendidikan adab terhadap diri sendiri sangat mendesak dilakukan untuk memperkuat kontrol diri berdasarkan nilai ketakwaan. Hal ini mencakup rekonstruksi definisi kebahagiaan sejati (sa’adah) dan penguatan rasa malu (haya’) sebagai benteng moral internal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi teknologi pendidikan Islam dalam merumuskan strategi pembinaan karakter yang transformatif guna melindungi generasi muda dari ancaman minuman keras.
Copyrights © 2026