Gedi merah (Abelmoschus Manihot L.) merupakan tanaman obat tradisional yang mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas antibakteri dan menentukan konsentrasi optimal ekstrak daun gedi merah terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Metode penelitian yang digunakan Adalah eksperimental laboratorium dengan Teknik difusi cakram (disc diffusion). Ekstrak diperolah melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, yang selanjutnya diuji pada lima variasi konsentrasi yaitu 10.000 ppm, 15. 000 ppm, 20.000 ppm, 25.000 ppm, dan 30.000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada seluruh konsentrasi ekstrak tidak terbentuk zona hambat (clear zone) yang dapat diukur, melainkan munculnya granul atau endapan di sekitar cakram uji yang menutupi area observasi. Sebaliknya, kontrol positif ciprofloxacin menunjukan zona hambat yang luas sebesar 40 mm. terbentuknya granulasi ini mengindikasikan adanya kendala pada proses difusi molekul aktif yang dipengaruhi oleh karakteristik senyawa molekul besar, faktor teknis aplikasi volume ekstrak, serta kondisi lingkungan selama masa pengerjaan. Simpulan dari penelitian ini Adalah aktivitas antibakteri ekstrak daun gedi merah belum dapat ditentukan secara kuantitatif melalui metode difusi cakram akibat hambatan fisik difusi. Gagasan selanjutnya Adalah melakukan pengujian ulang menggunakan metode mikrodilusi atau Kadar Hambat Minimum (KHM) dalam media cair untuk mendapatkan hasil yang lebih homogen dan akurat. Menjaga kesehatan adalah cara kita menjalankan ide dasar Maqashid Syariah, yaitu melindungi iman, nyawa, pikiran, keturunan, serta kekayaan dari hal buruk. Semua usaha ini harus dilakukan setiap muslim demi mencapai kebaikan hidup dan merawat raga sebagai titipan dari Tuhan.
Copyrights © 2026