Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Daun Ruku-Ruku (Ocimum Tenuiflorum Linne) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Shigella Dysenteriae Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Fathan Rahmat Ramadhan; Intan Keumala Dewi; Titiek Djannatun; Muhammad Arsyad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.498 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v3i02.519

Abstract

Bakteri Shigella dysenteriae merupakan penyebab disentri yang merupakan bakteri negatif Gram dengan bentuk batang pendek atau basil tunggal. Bakteri ini bersifat anaerob fakultatif dan memfermentasi glukosa serta tidak memfermentasi laktosa. Masalah pencernaan karena infeksi bakteri yang masih tinggi di Indonesia menyebabkan tingginya intensitas penggunaan antibiotik yang memicu berbagai permasalahan terutama resistensi. Termasuk bakteri Shigella dysenteriae yang telah menunjukan resistensi terhadap beberapa antibiotik diantaranya yaitu ampicilin, tetracycline, cefixime dan ciprofloxacin. Dengan demikian, maka diperlukan pengobatan alternatif tehadap penyakit disentri, salah satunya daun kuru-kuru (Ocimum tenuiflorum L.) yang memiliki kandungan terpenoid, alkaloid, flavonoid, dan senyawa aktif lain yang dapat mengobati disentri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode disk diffusion. Populasi penelitian ini adalah bakteri Shigella dysenteriae dan sampel penelitian ini adalah daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linne). Penelitian ini menggunakan data kuantitatif primer. Teknik analisis data yang digunakan adalah program SPSS 25.0, uji statistik parametrik One-Way ANOVA dan Uji Post hoc Tukey. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas Ekstrak daun Ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linne) terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae yaitu dengan ekstrak daun Ruku-ruku dengan konsentrasi 80.000 ppm, 100.000 ppm, 120.000 ppm, dan 140.000 ppm tidak menunjukkan adanya zona hambat terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Sehingga menyimpulkan bahwa ekstrak daun Ruku-ruku yang digunakan dalam uji efektivitas antibakteri belum dapat menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae, yang artinya efek antibakteri dari ekstrak daun Ruku-ruku masih belum bisa menggantikan antibiotik ciprofloxacin.
Efektivitas Ekstrak Daun Gedi Merah (Abelmoschus Manihot L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Shigella Dysenteriae serta Tinjauannya dalam Pandangan Islam Tazkia Aqilah; Intan Keumala Dewi; Eri Dian Maharsih; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.6151

Abstract

Gedi merah (Abelmoschus Manihot L.) merupakan tanaman obat tradisional yang mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas antibakteri dan menentukan konsentrasi optimal ekstrak daun gedi merah terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Metode penelitian yang digunakan Adalah eksperimental laboratorium dengan Teknik difusi cakram (disc diffusion). Ekstrak diperolah melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, yang selanjutnya diuji pada lima variasi konsentrasi yaitu 10.000 ppm, 15. 000 ppm, 20.000 ppm, 25.000 ppm, dan 30.000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada seluruh konsentrasi ekstrak tidak terbentuk zona hambat (clear zone) yang dapat diukur, melainkan munculnya granul atau endapan di sekitar cakram uji yang menutupi area observasi. Sebaliknya, kontrol positif ciprofloxacin menunjukan zona hambat yang luas sebesar 40 mm. terbentuknya granulasi ini mengindikasikan adanya kendala pada proses difusi molekul aktif yang dipengaruhi oleh karakteristik senyawa molekul besar, faktor teknis aplikasi volume ekstrak, serta kondisi lingkungan selama masa pengerjaan. Simpulan dari penelitian ini Adalah aktivitas antibakteri ekstrak daun gedi merah belum dapat ditentukan secara kuantitatif melalui metode difusi cakram akibat hambatan fisik difusi. Gagasan selanjutnya Adalah melakukan pengujian ulang menggunakan metode mikrodilusi atau Kadar Hambat Minimum (KHM) dalam media cair untuk mendapatkan hasil yang lebih homogen dan akurat. Menjaga kesehatan adalah cara kita menjalankan ide dasar Maqashid Syariah, yaitu melindungi iman, nyawa, pikiran, keturunan, serta kekayaan dari hal buruk. Semua usaha ini harus dilakukan setiap muslim demi mencapai kebaikan hidup dan merawat raga sebagai titipan dari Tuhan.