Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Risiko Kencing Berdiri dalam Perspektif Ilmu Kesehatan dan Hukum Islam Afrizal Tw
Jurnal Ruhul Islam Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v1i1.115

Abstract

Buang air kecil (BAK) dengan posisi berdiri merupakan salah satu kebiasaan yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat dari kalangan laki-laki. Namun kebiasaan ini memungkinkan untuk menghasilkan beberapa risiko jika ditinjau dari ilmu kesehatan, seperti infeksi saluran kemih (ISK), retensi urine, dan risiko pembesaran prostat pada pria. Selain itu, kencing berdiri juga dianggap makruh oleh sebagian ulama karena dapat menyebabkan air kencing terciprat ke tubuh atau pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko kencing berdiri dalam perspektif ilmu kesehatan dan hukum Islam. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kencing berdiri dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK), retensi urine, dan risiko pembesaran prostat. Selain itu, kencing berdiri juga dapat menyebabkan air kencing terciprat ke tubuh atau pakaian, sehingga dapat menyebarkan kuman dan bakteri. Berdasarkan hasil penelitian, kencing berdiri dapat menimbulkan risiko yang tidak baik bagi kesehatan dan tidak baik bagi kebersihan menurut pandangan hukum Islam. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari kebiasaan kencing berdiri dan menggantinya dengan kencing duduk atau jongkok apabila dalam keadaan yang memungkinkan serta tidak adanya kesulitan dalam melakukannya.
The Change in Hemoglobin Levels Before and After Cesarean Section and its Association with Age and Parity in Pregnant Women at Yarsi Hospital from January to October 2025 and Its Review According to Islam Tawfiqah Tsurayya; Syukrini Bahri; Afrizal Tw; Endah Purnamasari
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 4 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i4.52598

Abstract

This research aimed to analyze changes in hemoglobin levels before and after cesarean section and their association with maternal age and parity in pregnant women at YARSI Hospital from January to October 2025, as well as to review cesarean section from an Islamic perspective. This study employed a descriptive analytic design with a retrospective approach using secondary data obtained from medical records. A total of 292 pregnant women who underwent cesarean section and met the inclusion criteria were selected through consecutive sampling. Data analysis included univariate and bivariate analyses, using a paired t-test to assess differences in hemoglobin levels before and after cesarean section and a chi-square test to examine the relationship between age, parity, and changes in hemoglobin levels. The results showed that the mean hemoglobin level before cesarean section was 11.67 g/dL and after cesarean section was 11.78 g/dL, with no statistically significant difference between the two measurements. Furthermore, there was no significant association between maternal age or parity and changes in hemoglobin levels. From an Islamic perspective, cesarean section is permissible as it aligns with the principle of Hifz al-Nafs (protection of life) within Maqasid Shari‘ah, provided it is performed based on medical indications and aims to prevent harm to the mother and fetus. In conclusion, cesarean section at YARSI Hospital did not result in significant changes in hemoglobin levels and was not influenced by maternal age or parity, while remaining consistent with Islamic medical ethics.
The Relationship Between Sodium (Na⁺), Potassium (K⁺), and Chloride (Cl⁻) Electrolyte Disorders and Clinical Conditions in Elderly Patients in the Emergency Room of Yarsi Hospital for the Period January to December 2023 Mirshanti Muthia Khaliza; Syukrini Bahri; Afrizal Tw; Endah Purnamasari
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 4 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i4.53040

Abstract

Elderly patients are prone to electrolyte balance disorders due to aging, decreased organ function, hormonal changes, and high comorbidities. Imbalances of sodium, potassium, and chloride can affect neurological, muscle, and cardiovascular function, thus contributing to clinical instability in the emergency room. This study is an observational study of cross-cutting design analysis based on secondary data of medical records. The subject is an elderly patient (≥60 years old) who underwent an electrolyte examination at the Yarsi Hospital Emergency Room for the January-December 2023 period. Of the 1,730 visits, 315 patients met the inclusion criteria. The variables analyzed included sodium, potassium, chloride levels, as well as characteristics of age, sex, and clinical condition upon admission. Univariate and bivariate analysis was performed using the Chi-Square test. The majority of subjects were early elderly women. Hyponatremia is the most frequent disorder, followed by hypokalemia and hypochloremia. A total of 53% of patients experienced one electrolyte disorder, 36.2% two disorders, and 10.8% three disorders at once. The most common clinical conditions are low intake, chronic kidney disease, diabetes mellitus, infection, CVDNH, and vomiting. The Chi-Square test showed a significant association between clinical conditions and sodium (p=0.029), potassium (p=0.038), and chloride (p=0.027) impairments. Electrolyte disorders in the elderly in the emergency room are significantly related to the patient's clinical condition. Hyponatremia is most dominant and is associated with  poor intake, chronic kidney disease, infections, and diabetes.
Higienitas Makanan pada Kantin Sekolah Swasta dan Kantin Sekolah Negeri di Wilayah Tangerang Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Yulianti Nur Fadiah; Pratami Adityaningsari; Ike Irmawati Purbo Astuti; Afrizal Tw
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3175

Abstract

Higienitas makanan merupakan hal penting yang harus diperhatikan untuk mencegah berbagai risiko kesehatan yang disebabkan oleh makanan yang tidak higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebersihan makanan yang disajikan di kantin sekolah swasta dan negeri di Tangerang Selatan, serta untuk mengkaji penerapannya berdasarkan prinsip halalan thayyiban menurut Islam. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengambilan sampel makanan dari kantin sekolah swasta ICM dan sekolah negeri SMAN 2 Tangerang Selatan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara dengan penjual makanan, dan uji mikrobiologi terhadap sampel makanan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel makanan di kantin sekolah negeri tidak memenuhi standar kebersihan yang baik, dengan kontaminasi bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella sp., dan Staphylococcus aureus. Sementara itu, kantin sekolah swasta menunjukkan kondisi yang lebih baik meskipun masih ada beberapa sampel yang terkontaminasi. Penelitian ini menyarankan agar pengelola kantin lebih memperhatikan kebersihan makanan dan penerapan prinsip halalan thayyiban, untuk memastikan makanan yang aman, sehat, dan sesuai dengan ajaran Islam.
Gambaran Keberagaman Bakteri Sebelum dan Sesudah Mencuci Tangan pada Siswa-Siswi SDN Pluit 03 dan MA Istiqlal Jakarta dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Windi Juanti; Pratami Adityaningsari; Ike Irmawati Purbo Astuti; Afrizal Tw
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3183

Abstract

Tangan merupakan media utama penyebaran mikroorganisme yang dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi, khususnya pada anak usia sekolah. Kebiasaan mencuci tangan yang tidak dilakukan dengan benar meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan penularan penyakit. Dalam perspektif Islam, menjaga kebersihan termasuk bagian dari maq??id al-syar?‘ah, terutama dalam menjaga jiwa (?if? al-nafs).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberagaman bakteri sebelum dan sesudah mencuci tangan pada siswa-siswi SDN Pluit 03 dan MA Istiqlal Jakarta serta menganalisis efektivitas mencuci tangan dalam menurunkan jumlah bakteri. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan pre–post. Sampel berupa usapan tangan siswa sebelum dan sesudah mencuci tangan yang kemudian dikultur pada media pertumbuhan bakteri dan dianalisis menggunakan pewarnaan Gram. Data diperoleh melalui observasi, pemeriksaan laboratorium, dan kuesioner perilaku cuci tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel mengalami penurunan jumlah koloni bakteri setelah mencuci tangan, meskipun beberapa sampel mengalami peningkatan akibat teknik mencuci tangan yang kurang tepat dan kemungkinan kontaminasi ulang. Bakteri Gram positif berbentuk coccus mendominasi hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah mencuci tangan. Mencuci tangan efektif mengurangi keberagaman bakteri pada tangan siswa, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh teknik mencuci tangan, durasi, dan kebiasaan higienis individu.