Pendahuluan: Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan insiden tertinggi di Indonesia dan menyumbang sekitar 16,6% dari seluruh kasus kanker baru berdasarkan data Globocan 2020. Rendahnya kesadaran terhadap deteksi dini, khususnya pada remaja putri, menjadi salah satu faktor tingginya morbiditas dan mortalitas akibat kanker payudara. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode deteksi dini yang sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara di Pesantren Attaqwa Bekasi serta hubungannya dengan pengetahuan tentang kanker payudara dalam perspektif Islam. Metodologi: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 150 responden berusia 13–16 tahun menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Sebanyak 83,3% responden memiliki pengetahuan baik tentang kanker payudara dan 84% memiliki pengetahuan baik tentang SADARI. Terdapat hubungan yang signifikan, kuat, dan positif antara pengetahuan kanker payudara dengan pengetahuan SADARI (r = 0,636; p < 0,05). Dalam perspektif Islam, pelaksanaan SADARI sejalan dengan prinsip hifzh an-nafs sebagai upaya menjaga jiwa. Simpulan: Pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara dan SADARI tergolong baik serta memiliki hubungan yang signifikan. Edukasi mengenai SADARI perlu terus ditingkatkan sebagai upaya deteksi dini kanker payudara.
Copyrights © 2026