Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Masker Terhadap Kejadian Acne Vulgaris Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi Angkatan 2022-2023 Risan Abu Bakar; Zakiyah; Edward Syam
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2397

Abstract

Penggunaan masker dapat menyebabkan reaksi kulit seperti jerawat, gatal, ruam, dan luka tekan. Salah satu kondisi yang umum terjadi adalah jerawat biasa, atau acne vulgaris, yang merupakan peradangan pada folikel rambut dan berlangsung dalam jangka panjang. Jerawat yang disebabkan oleh penggunaan masker dikenal sebagai "maskne," dan diperkirakan muncul akibat kombinasi gesekan, tekanan yang berulang, serta keringat atau stres pada kulit, yang dapat memicu atau memperburuk jerawat yang sudah ada. Lingkungan lembab akibat penutupan hidung dan mulut dalam waktu lama juga berkontribusi terhadap masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara penggunaan masker dan kejadian acne vulgaris di kalangan mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI angkatan 2022-2023. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik serta pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive random sampling, yang melibatkan total 83 mahasiswa. Data yang dikumpulkan bersifat primer, diperoleh melalui kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis masker dengan kejadian acne vulgaris (p=0,600), durasi pemakaian masker (p=0,642), dan frekuensi penggantian masker (p=0,525), semuanya menunjukkan nilai p > 0,05.
Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Nabiela El Rizqa; Qomariyah; Edward Syam; Endy M. Astiwara
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4790

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan peningkatan kasus yang signifikan setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hematokrit dan trombosit dengan derajat keparahan DBD pada pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan data diperoleh dari rekam medis pasien DBD periode Januari-Desember 2023. Sebanyak 183 sampel memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kadar hematokrit pasien bervariasi antara 28% hingga 56% dengan rata-rata 41,96%, sementara kadar trombosit berkisar antara 10 ribu/μl hingga 305 ribu/μl dengan rata-rata 112,64 ribu/μl). Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar hematokrit dengan derajat DBD (p=0,214), tetapi terdapat hubungan signifikan antara kadar trombosit dengan derajat DBD (p<0,05; koefisien korelasi -0,421). Penurunan kadar trombosit menunjukkan peningkatan derajat DBD. Rata-rata trombosit menurun dari 138,07 ribu/μl pada derajat 1 menjadi 35 ribu/μl pada derajat 4. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kadar trombosit dapat digunakan sebagai indikator untuk menentukan derajat DBD, sedangkan kadar hematokrit tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan derajat DBD. Upaya pencegahan melalui edukasi kebersihan dan perawatan dini sangat penting untuk mengurangi dampak DBD. Dalam perspektif Islam, menjaga kebersihan lingkungan dan imunitas tubuh sangat dianjurkan untuk mencegah DBD. Kebersihan adalah bagian dari iman, sebagaimana dinyatakan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Selain itu, pengobatan segera ketika sakit dianjurkan untuk menjaga keselamatan jiwa sesuai ajaran Al-Qur'an.
Hubungan Penggunaan Masker Terhadap Kejadian Acne Vulgaris Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi Angkatan 2022-2023 Risan Abu Bakar; Zakiyah; Edward Syam
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2397

Abstract

Penggunaan masker dapat menyebabkan reaksi kulit seperti jerawat, gatal, ruam, dan luka tekan. Salah satu kondisi yang umum terjadi adalah jerawat biasa, atau acne vulgaris, yang merupakan peradangan pada folikel rambut dan berlangsung dalam jangka panjang. Jerawat yang disebabkan oleh penggunaan masker dikenal sebagai "maskne," dan diperkirakan muncul akibat kombinasi gesekan, tekanan yang berulang, serta keringat atau stres pada kulit, yang dapat memicu atau memperburuk jerawat yang sudah ada. Lingkungan lembab akibat penutupan hidung dan mulut dalam waktu lama juga berkontribusi terhadap masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara penggunaan masker dan kejadian acne vulgaris di kalangan mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI angkatan 2022-2023. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik serta pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive random sampling, yang melibatkan total 83 mahasiswa. Data yang dikumpulkan bersifat primer, diperoleh melalui kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis masker dengan kejadian acne vulgaris (p=0,600), durasi pemakaian masker (p=0,642), dan frekuensi penggantian masker (p=0,525), semuanya menunjukkan nilai p > 0,05.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri dalam Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara di Pesantren Attaqwa Bekasi dan Tinjaunnya Menurut Agama Islam Najma Kaysa; Edward Syam; Lilian Batubara; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.6205

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan insiden tertinggi di Indonesia dan menyumbang sekitar 16,6% dari seluruh kasus kanker baru berdasarkan data Globocan 2020. Rendahnya kesadaran terhadap deteksi dini, khususnya pada remaja putri, menjadi salah satu faktor tingginya morbiditas dan mortalitas akibat kanker payudara. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode deteksi dini yang sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara di Pesantren Attaqwa Bekasi serta hubungannya dengan pengetahuan tentang kanker payudara dalam perspektif Islam. Metodologi: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 150 responden berusia 13–16 tahun menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Sebanyak 83,3% responden memiliki pengetahuan baik tentang kanker payudara dan 84% memiliki pengetahuan baik tentang SADARI. Terdapat hubungan yang signifikan, kuat, dan positif antara pengetahuan kanker payudara dengan pengetahuan SADARI (r = 0,636; p < 0,05). Dalam perspektif Islam, pelaksanaan SADARI sejalan dengan prinsip hifzh an-nafs sebagai upaya menjaga jiwa. Simpulan: Pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara dan SADARI tergolong baik serta memiliki hubungan yang signifikan. Edukasi mengenai SADARI perlu terus ditingkatkan sebagai upaya deteksi dini kanker payudara.