Perkembangan desa wisata di Indonesia mendorong meningkatnya interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan yang berasal dari berbagai latar belakang budaya. Kondisi ini menuntut kesiapan sumber daya manusia desa wisata dalam menghadapi dinamika komunikasi lintas budaya yang terjadi dalam aktivitas pariwisata. Desa Wisata Alamendah di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung merupakan salah satu desa wisata yang memiliki potensi wisata alam, religi, dan agrowisata serta telah memperoleh pengakuan melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, masyarakat desa wisata dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang adaptif untuk memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus desa wisata, perangkat desa, dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pariwisata melalui pelatihan negosiasi komunikasi dan adaptasi budaya. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan mitra, pelaksanaan pelatihan komunikasi lintas budaya, simulasi interaksi pelayanan wisata, pendampingan praktik komunikasi, dan evaluasi kegiatan. Materi pelatihan mencakup komunikasi lintas budaya, negosiasi komunikasi dalam pelayanan wisata, adaptasi budaya, serta praktik hospitality dalam menghadapi wisatawan. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta memiliki pemahaman mengenai pentingnya komunikasi lintas budaya serta mampu meningkatkan kesiapan dalam menghadapi wisatawan dari berbagai latar belakang budaya.
Copyrights © 2026