Penyakit kulit dan kelamin masih memiliki prevalensi tinggi di kalangan remaja terutama di lingkungan yang padat seperti pondok pesantren. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Pondok Pesantren Manafi’ul Ulum Boyolali dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri/santriwati mengenai penyakit kulit dan kelamin serta meningkatkan kapasitas pengelola Unit Kesehatan Sekolah (UKS) melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) deteksi dini dan penanganan awal penyakit dermatovenereologi. Pendekatan community-based intervention dilakukan melalui tahap identifikasi masalah, penyusunan materi edukasi, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, evaluasi pengetahuan, serta penyusunan SOP UKS. Setelah melakukan survei awal dan identifikasi masalah, kami kemudian menyusun materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan para santri/santriwati. Setelah memberikan penyuluhan, hasil analisis kami menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan para santri/santriwati mengenai penyakit kulit dan kelamin tergolong cukup baik, namun prevalensi penyakit tetap tinggi. Oleh karena itu, dilakukan upaya tambahan berupa penyusunan SOP sederhana bagi guru di UKS agar mampu mengenali gejala awal serta melakukan penanganan awal terhadap kasus penyakit kulit dan kelamin ringan di lingkungan pesantren. Hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan adherensi guru UKS terhadap SOP cukup baik. Kombinasi edukasi kesehatan dan penguatan kapasitas UKS melalui SOP merupakan strategi potensial untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan penyakit kulit dan kelamin di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026