Pendahuluan: Program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan senam anti stroke di laksanakan di Desa Nambo sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku dalam pencegahan stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuota sampling tidak terkendali dengan 78 responden yang terdiri dari 82,1% perempuan dan 71,8% kelompok dewasa (19-59 tahun). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa 32,1% responden memiliki tekanan darah normal, 65,4% memiliki kolesterol tinggi, dan 79,5% tidak memiliki riwayat keluarga stroke, Intervensi berupa edukasi kesehatan dan pelatihan senam anti stroke berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko stroke sebesar 98,7% dari rata-rata nilai 78,98 menjadi 92,33. Kesimpulan: Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran perubahan perilaku positif untuk mencegah stroke. Disarankan agar program dilaksanakan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dengan pemeriksaan kesehatan rutin, dengan dukungan pemerintah dan institusi kesehatan untuk perluasan ke daerah lain.
Copyrights © 2026