Keterbatasan kompetensi guru kimia SMA dan MA dalam menyusun modul praktikum kontekstual dan mengoperasikan instrumen analitik modern menghambat implementasi pembelajaran berbasis keterampilan abad ke-21. Sebagai respons atas kebutuhan nyata mitra, Program Studi Magister Pendidikan Kimia FMIPA UNJ menyelenggarakan workshop pengabdian kepada masyarakat (PkM) selama dua hari yang melibatkan 40 guru kimia dari wilayah Jabodetabek. Kegiatan mencakup pemaparan materi integrasi Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PjBL), demonstrasi dan praktik langsung pengoperasian spektrofotometer UV–Vis, ATR-FTIR, dan rotary evaporator, serta penyusunan modul praktikum berbasis material lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual peserta dari rata-rata 61,3% (pre-test) menjadi 84,3% (post-test) dengan normalized gain (N-Gain) rata-rata 0,59 (kategori sedang). Hampir seluruh peserta berhasil mengoperasikan ketiga instrumen analitik dan menyusun delapan draf modul praktikum orisinal berbasis material lokal. Sebanyak 97,5% peserta menyatakan motivasi dan komitmen tinggi untuk mengimplementasikan serta mendiseminasikan hasil workshop di sekolah masing-masing. Program ini berkontribusi pada penguatan kompetensi pedagogis dan profesional guru kimia serta mendukung pembelajaran kimia yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026