Diare merupakan salah satu penyebab angka kematian dan kesakitan tertinggi pada balita. Di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie, kasus diare terus meningkat dari 32 kasus (2021), 38 kasus (2022), hingga 44 kasus (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 12 kasus dan 24 kontrol yang dipilih dengan matching jenis kelamin dan umur (rasio 1:2). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner pada bulan Agustus 2024. Analisis menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan sarana air bersih (p=0,000, OR=26,7), jamban sehat (p=0,018, OR=7,0), sarana pembuangan sampah (p=0,002, OR=12,1), dan personal hygiene (p=0,000, OR=26,7) dengan kejadian diare pada balita. Disimpulkan bahwa keempat variabel lingkungan tersebut secara signifikan berhubungan dengan kejadian diare. Disarankan agar pihak puskesmas meningkatkan upaya promosi kesehatan dan penyuluhan tentang sanitasi lingkungan kepada masyarakat.
Copyrights © 2026