Desa Aan, Kabupaten Klungkung, memiliki potensi wisata yang belum didukung secara optimal oleh tata kelola kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, kesiapan kawasan, dan pengembangan ekonomi kreatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan Desa Aan sebagai desa wisata berkelanjutan melalui pendekatan Sustainable Integrated Tourism Empowerment (SITE) yang mengintegrasikan enam program, yaitu Revitawis, Pewindu, Pesidian, Pakerisan, Renika, dan PEKAN. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, serta intervensi fisik dan nonfisik. Pada penguatan sumber daya manusia, sebanyak 30 orang terlibat dalam proses rekrutmen dan pemetaan, yang selanjutnya terbagi menjadi 15 peserta Pewindu dan 15 peserta Pesidian. Pelaksanaan program menghasilkan dua dokumen perencanaan Pokdarwis berupa Rencana Kerja Bulanan (RKB) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), 10 QR Code informasi wisata, tiga paket wisata berupa half day, full day, dan two days one night, peningkatan fasilitas pendukung destinasi, serta tiga jenis produk ekonomi kreatif berupa lilin aromaterapi, sabun berbasis madu kele, dan virgin coconut oil (VCO). Evaluasi peserta dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, dengan Program Pesidian mencapai nilai post-test di atas 85. Capaian tersebut menunjukkan bahwa integrasi penguatan kelembagaan, kapasitas masyarakat, digitalisasi, pengembangan produk wisata, peningkatan kualitas kawasan, dan ekonomi kreatif melalui SITE mampu mendukung pengelolaan Desa Wisata Aan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026