Kasus bullying di lingkungan sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan mendukung implementasi Sekolah Ramah Anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai perilaku anti-bullying sebagai upaya memperkuat budaya Sekolah Ramah Anak di SDN 5 Menteng, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, dan media edukatif. Desain kegiatan menggunakan one group pretest-posttest yang melibatkan 100 peserta didik kelas IV, V, dan VI. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta didik dari 68,42 pada pre-test menjadi 90,15 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 21,73 poin. Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengenali berbagai bentuk bullying, memahami dampaknya, serta menunjukkan pemahaman mengenai pentingnya sikap saling menghormati dalam interaksi di lingkungan sekolah. Wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan respons positif terhadap kegiatan karena sejalan dengan upaya penguatan Program Sekolah Ramah Anak yang telah dikembangkan di SDN 5 Menteng. Temuan tersebut menunjukkan bahwa edukasi anti-bullying partisipatif dapat menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dan mendukung penguatan budaya Sekolah Ramah Anak sebagai strategi preventif di lingkungan sekolah dasar.
Copyrights © 2026