IRT Kicimpring Kang Mus di Kabupaten Wonosobo merupakan usaha pangan lokal yang memiliki potensi pengembangan, tetapi menghadapi kendala pada aspek produksi dan manajemen keuangan. Proses pencampuran adonan masih dilakukan secara manual dengan kapasitas 2,5 kg per proses dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sementara pencatatan keuangan usaha belum dilakukan secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas mitra melalui implementasi Teknologi Tepat Guna berupa mesin mixer adonan serta memperkuat manajemen keuangan melalui digitalisasi pencatatan usaha. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan identifikasi kebutuhan, implementasi teknologi, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin, pelatihan manajemen keuangan digital, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi mesin mixer mampu meningkatkan kapasitas pengadonan hingga 10 kg per proses dengan waktu pengadukan sekitar 15 menit serta menghasilkan adonan yang lebih homogen. Mitra juga mampu mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri dan mererapkan pencatatan keuangan digital. Tiga orang anggota mitra dapat menggunakan sistem pencatatan keuangan digital. Sehingga, mitra mampu menyusun arus kas, biaya produksi, pendapatan usaha, dan pembuatan laporan laba-rugi sederhana. Implementasi teknologi dan digitalisasi manajemen keuangan berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi produksi dan penguatan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026