Hampir seluruh warga di lingkungan permukiman kini menggunakan smartphone dan internet dalam aktivitas sehari-hari, namun belum diimbangi literasi keamanan siber yang memadai, sehingga rentan menjadi korban phishing, file APK palsu, dan penipuan online. Kondisi ini turut ditemukan di RT 002/RW 002, Perumahan Griya Indah Persada 2, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan warga terhadap kejahatan siber melalui edukasi digital interaktif berupa ceramah dan diskusi, yang dilaksanakan pada 31 Juli 2026. Kegiatan diikuti oleh 10 warga, dengan 7 di antaranya menyelesaikan instrumen pre-test dan post-test berisi 15 soal pilihan ganda secara lengkap. Hasil menunjukkan rata-rata skor pemahaman meningkat dari 61,90 menjadi 93,33 (+31,43 poin), dengan peningkatan pada seluruh indikator evaluasi, mulai dari pengetahuan dasar kejahatan siber, kemampuan mengenali tanda phishing dan APK berbahaya, hingga kesadaran proteksi data pribadi. Seluruh responden mengalami peningkatan skor, dan dua di antaranya mencapai skor sempurna. Warga menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dan tanya jawab, khususnya saat membahas cara mengenali file APK mencurigakan yang menyamar sebagai undangan pernikahan digital atau resi paket. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi digital interaktif berbasis komunitas mampu meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan warga RT 002/RW 002 Desa Rimbo Panjang dalam menghadapi ancaman kejahatan siber sehari-hari.
Copyrights © 2026