Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian kesehatan masyarakat, namun pengelolaan Taman TOGA di RW 11 Kelurahan Pudakpayung masih belum optimal akibat keterbatasan keragaman tanaman, minimnya dokumentasi kondisi tanaman, serta gulma dan sampah yang menghambat pertumbuhan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali, menanam, merawat, dan memanfaatkan TOGA, sekaligus mengoptimalkan fungsi Taman TOGA sebagai sarana edukasi kesehatan berbasis tanaman. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi materi disertai tanya jawab dan diskusi, serta praktik penanaman 39 bibit TOGA yang terdiri dari 4 jahe merah, 10 lavender, 10 serai, 5 salam, 5 kemangi, dan 5 kencur, dilanjutkan perbaikan lahan, pemasangan paranet, pelabelan dan MMT, serta edukasi pengolahan serai menjadi spray antinyamuk. Pemahaman peserta dievaluasi melalui kemampuan menjawab dan mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi, sedangkan keberhasilan penanaman dievaluasi melalui pemantauan kondisi fisik tanaman selama 27 hari. Hasil pemantauan menunjukkan pencampuran media tanam arang sekam dan pupuk kandang mengatasi kendala tanah kering dan keras, sementara pemasangan paranet memperbaiki mikroklimat sehingga tanaman yang sebelumnya layu pulih hingga memasuki fase berbuah. Partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi mengindikasikan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap materi TOGA, sehingga diperlukan perawatan dan pemantauan rutin agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat RW 11 Kelurahan Pudakpayung.
Copyrights © 2026