Studi ini meneliti pengaruh Persepsi Kegunaan dan Persepsi Kemudahan Penggunaan ChatGPT terhadap kinerja dosen, dengan produktivitas kerja sebagai variabel mediasi, menggunakan Model Penerimaan Teknologi (TAM) sebagai landasan teoritis. Perkembangan pesat kecerdasan buatan generatif di pendidikan tinggi telah mengubah praktik kerja akademik, khususnya dalam persiapan pengajaran, kegiatan penelitian, dan tugas administratif. Studi ini mengadopsi pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei yang melibatkan dosen yang memiliki pengalaman menggunakan ChatGPT dalam kegiatan akademik. Data dianalisis menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural berbasis Kuadrat Terkecil Parsial (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa Persepsi Kegunaan dan Persepsi Kemudahan Penggunaan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja dosen. Namun, kedua variabel tersebut memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja. Produktivitas kerja juga ditemukan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja dosen. Lebih lanjut, produktivitas kerja sepenuhnya memediasi hubungan antara Persepsi Kegunaan dan kinerja dosen serta antara Persepsi Kemudahan Penggunaan dan kinerja dosen. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja dosen tidak dipengaruhi secara langsung oleh persepsi teknologi, tetapi didorong melalui peningkatan produktivitas sebagai mekanisme perantara. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi ChatGPT di pendidikan tinggi bergantung pada seberapa efektifnya hal itu meningkatkan produktivitas dosen, yang selanjutnya meningkatkan hasil kinerja. Penelitian ini berkontribusi pada perluasan TAM dalam konteks AI generatif dengan menekankan produktivitas sebagai mekanisme mediasi utama dalam peningkatan kinerja.
Copyrights © 2026