Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
79-86

Analisis Penanganan Kasus Anak 3 Tahun Speech Delay oleh Orang Tua Akibat Penggunaan Gadget

Diva Satriani Inti Bassea (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Erhamwilda (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Fitroh (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Language development in early childhood is one of the crucial aspects of a child’s overall growth. However, the phenomenon of speech delay is becoming increasingly common, particularly among children who have intensive access to digital gadgets. This background prompted the researcher to investigate this case further. Based on this phenomenon, the aim of this study is to analyze in depth the steps taken by parents upon discovering that their child is experiencing speech delay due to excessive gadget use. This research employs a case study method with a qualitative approach. Data were collected through direct observation, structured interviews with the child’s parents, and documentation analysis related to the child’s language development. The subject of this study is a 3-year-9-month-old child who is experiencing speech delay. The results of the study indicate that the child’s language development generally aligns with age-appropriate milestones but showed a decline at 22 months of age. The steps taken by the parents include: (1) engaging the child in activities that encourage social interaction, (2) enrolling the child in speech therapy, (3) strictly limiting gadget use, (4) reading books to the child regularly, and (5) initiating two-way communication and repeating each word five times in response to the child’s desires and daily activities. These interventions led to significant improvement in the child’s language development. The child stopped excessive babbling, began to articulate words, showed interest in interacting with the surrounding environment, and was able to clearly pronounce single words.In conclusion, excessive and unsupervised gadget use can contribute to speech delay in early childhood. Abstrak. Perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak. Namun, fenomena speech delay atau keterlambatan bicara semakin sering ditemukan, terutama pada anak-anak yang memiliki akses intensif terhadap gadget. Latar belakang tersebut yang membuat penelitian tertarik dengan kasus ini. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam langkah apa yang dilakukan orang tua ketika mengetahui anak speech delay dampak dari penggunaan gadget yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur kepada orang tua, dan analisis dokumentasi terkait perkembangan bahasa anak. Subjek penelitian terdiri dari satu anak berusia 3 tahun 9 bulan yang mengalami speech delay, Dan hasil dari penelitian ini adalah : D mengalami perkembangan bahasa yang sesuai dengan tahapan perkembangan, namun anak mengalami penurunan bahasa di usia 22 bulan. Adapun langkah yang dilakukan orang tua (1) membawa anak melakukan kegiatan yang dapat melibatkan interaksi dengan sekitar, (2) membawa ke terapi, (3) membatasi penggunaan gadget secara ketat, (4) membacakan buku secara rutin, (5) mengajak komunikasi dua arah dan mengulang kata 5 kali setiap dari keinginan dan setiap aktivitas yang dilakukan anak. Dengan begitu D sudah mulai menujukan peningkatan yang signifikan. Seperti D sudah tidak babling, mulai mengeluarkan kata, mulai mau berinteraksi dengan sekitar, dan mampu mengucapkan 1 kata. Simpulan dari penelitian ini penggunaan gadget yang berlebihan dan tanpa pengawasan dapat memicu keterlambatan bicara pada anak usia dini.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSECTE

Publisher

Subject

Religion Education Social Sciences Other

Description

Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis ...