Jurnal Penelitian Inovatif
Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025

Rekonstruksi Paleobatimetri Formasi Simpangaur Berdasarkan Rasio Plangtonik/Bentonik Foraminifera Kecil di Sungai Padang Guci, Bengkulu

Sakilla Gia Mentari (Program Studi Teknik Geologi, Institut Teknologi Sumatera, Indonesia)
Muhammad Eval Juni Wijaya (Program Studi Teknik Geologi, Institut Teknologi Sumatera, Indonesia)
Ester Juni Yanti Nainggolan (Program Studi Teknik Geologi, Institut Teknologi Sumatera, Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2025

Abstract

Formasi Simpangaur merupakan salah satu formasi batuan penyusun Cekungan Bengkulu pada Lajur Bengkulu. Penelitian mengenai paleobatimetri di sekitar Sungai Padang Guci belum pernah dilakukan sebelumnya. Analisis paleobatimetri menggunakan kumpulan foraminifera kecil diharapkan dapat melengkapi kajian mengenai formasi ini melalui pendekatan yang berbeda dari penelitian lainnya dan dapat merekonstruksi paleobatimetrinya berdasarkan kandungan fosilnya. Sebanyak 14 sampel sedimen didapatkan berdasarkan metode pengukuran penampang stratigrafi pada sisi Sungai Padang Guci. Selanjutnya sampel dianalisis menggunakan metode hidrogen peroksida di laboratorium dan penentuan batimetri menggunakan perbandingan rasio P/B foraminifera kecil. Berdasarkan pengamatan megaskopis, ditemukan 3 litologi di daerah penelitian yaitu batupasir bermoluska, batupasir tufan, dan tuf. Batuan di lokasi penelitian berumur Pliosen Akhir (PL6/N21) atau berkisar 2,3jtl-1,88jtl berdasarkan kehadiran fosil indeks Globigerinoides fistulosus dan Hastigerina aequilateralis. Hasil rasio P/B berkisar 31,91%-69,23%, menunjukkan paleobatimetri Formasi Simpangaur berada pada zona neritik luar-neritik tengah. Berdasarkan perbedaan kelimpahan foraminifera dan litologinya, daerah penelitian dibagi menjadi 3 zona, yaitu Zona 1 dengan rata-rata kelimpahan 50.73% dan litologi batupasir bermoluska, Zona 2 dengan rata-rata kelimpahan 0% dan litologi batupasir tufan dan tuf, serta Zona 3 dengan rata-rata kelimpahan 47.32% dan litologi batupasir bermoluska. Perubahan paleobatimetri diindikasikan berhubungan dengan aktivitas tektonik regional di Cekungan Bengkulu berupa penurunan cekungan. Keterbatasan data pada Zona 2 diakibatkan berubah litologi menjadi litologi hasil kegiatan vulkanik dimana foraminifera tidak dapat hidup pada kondisi ini. Temuan ini memberikan kontribusi baru pada interpretasi lingkungan purba Formasi Simpangaur.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jupin

Publisher

Subject

Humanities Education Engineering Public Health Social Sciences

Description

Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Penelitian Inovatif ...