Kinerja keuangan merupakan indikator utama yang mencerminkan keberlanjutan dan daya saing perusahaan. Namun, temuan empiris mengenai pengaruh kebijakan pendanaan, kebijakan investasi, dan kebijakan dividen terhadap kinerja keuangan masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan pendanaan, kebijakan investasi, dan kebijakan dividen terhadap kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 18 perusahaan yang dipilih dari populasi sebanyak 52 perusahaan LQ45 melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Random Effects Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendanaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi penggunaan pendanaan berbasis utang, semakin rendah kinerja keuangan perusahaan akibat meningkatnya beban bunga. Sementara itu, kebijakan investasi dan kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan pada kebijakan investasi dan kebijakan dividen tidak serta-merta meningkatkan maupun menurunkan kinerja keuangan perusahaan LQ45. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kebijakan pendanaan merupakan faktor yang lebih menentukan kinerja keuangan dibandingkan kebijakan investasi dan kebijakan dividen selama periode penelitian. Implikasi penelitian ini adalah manajemen perusahaan perlu mengelola struktur pendanaan secara lebih optimal untuk menjaga kinerja keuangan, sedangkan investor perlu memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kebijakan pendanaan dalam mengevaluasi prospek perusahaan. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain, seperti profitabilitas, solvabilitas, pertumbuhan perusahaan, dan ukuran perusahaan, agar mampu memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai kinerja keuangan.
Copyrights © 2026