Latar belakang: International Labour Organization (ILO) memperkirakan sekitar dua pertiga dari seluruh kematian akibat kecelakaan kerja terjadi secara global. Lebih dari 2,78 juta jiwa meninggal setiap tahun akibat penyakit atau kecelakaan di lingkungan kerja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 mencatat, setiap tahunnya sekitar 1,1 juta kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit atau kecelakaan. Angka ini setara dengan hilangnya nyawa 5.000 pekerja setiap harinya, atau sekitar 3 orang setiap menit. Tujuan: Mengetahui peran metode safety talk dalam meningkatkan kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja pada PT. ANTAM Tbk UBPN Kolaka Sulawesi Tenggara Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik melalui desain cross-sectional yang melibatkan 53 responden pekerja bagian plant environment dengan teknik pengambilan sampel total sampling Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara metode safety talk (p = 0,000), komunikasi K3 (p = 0,003), pengetahuan K3 (p = 0,003), serta pelaksana safety talk (p = 0,005) terhadap kesadaran K3 pekerja. Kesimpulan: Pelaksanaan safety talk yang dilakukan secara rutin, sistematis, dan interaktif mampu meningkatkan pemahaman, sikap, serta perilaku pekerja dalam menerapkan prinsip K3 di lingkungan kerja.
Copyrights © 2026