Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan retorika spontan dan kolaborasi siswa kelas V SDN Antasan Besar 1 Banjarmasin melalui penerapan model pembelajaran BATUAH berbasis kearifan lokal madihin pada muatan Bahasa Indonesia. Model BATUAH merupakan gabungan sinergis dari model Problem Based Learning, Round Robin Brainstorming, dan Numbered Head Together. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan dengan subjek penelitian 20 siswa. Hasil penelitian kemampuan retorika spontan meningkat dari 30 % (pertemuan pertama) menjadi 80% (pertemuan keempat), sedangkan kemampuan kolaborasi meningkat dari 25% menjadi 85%. Kedua capaian telah melampaui indikator keberhasilan ≥80%, sehingga dapat disimpulkan bahwa model BATUAH berbasis kearifan lokal madihin secara efektif meningkatkan kemampuan retorika spontan dan kolaborasi siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026