Penelitian ini mengkaji pengaruh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia selama periode 2005–2025. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode regresi linear berganda terhadap 21 observasi data time series tahunan, penelitian ini menemukan bahwa secara parsial, IHSG berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (β = 0,0004; t = 0,7148; p = 0,4839), dan pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif namun tidak signifikan (β = -1,6017; t = -1,1705; p = 0,2571). Secara simultan, kedua variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (F = 1,5916; p = 0,2310). Koefisien determinasi menunjukkan R² sebesar 0,1503, yang berarti hanya 15,03% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang lebih dominan, seperti konsumsi rumah tangga, investasi swasta, ekspor neto, dan stabilitas nilai tukar. Hasil penelitian ini memberikan implikasi kebijakan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan instrumen pasar modal dan belanja pemerintah sebagai pendorong pertumbuhan, tetapi juga memperkuat fondasi makroekonomi secara lebih komprehensif.
Copyrights © 2026