Studi ini meneliti peran Komunitas BarengWarga di aplikasi X yang berfungsi sebagai ruang publik digital untuk menggerakkan partisipasi warga terhadap isu sosial dan kebijakan publik. Penelitian berfokus pada dinamika diskusi seputar fenomena ‘17+8 Tuntutan Rakyat’ selama Agustus hingga September 2025. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi model Philipp Mayring, data dikumpulkan melalui observasi unggahan dan interaksi anggota komunitas dari Agustus hingga Desember 2025. Analisis data diintergrasikan dengan teori ruang public Jürgen Habermas, teori komunitas virtual, serta paradigma interaksionisme simbolik. Temuan lapangan mengindikasi bahwa Komunitas BarengWarga memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar ruang diskusi. Platform ini bertransformasi menjadi ruang kritik sosial, saluran informasi secara realtime, sekaligus incubator solidaritas antarwarga. Interaksi di dalamnya efektif memantik kesadaran kritis serta keterlibatan warga dalam merespons dinamika politik. Disamping itu, narasi digital dan konten visual terbukti krusial dalam mengubah empati public terkait isu kekerasan apparat. Studi ini memiliki kesimpulan bahwa Komunitas BarengWarga berhasil merefleksikan ruang publik digital yang akomodatif dalam memperkuat partisipasi warga dan menjalankan fungsi control sosial terhadap kebijakan pemerintah.
Copyrights © 2026