Tingkat berpikir kritis yang rendah, kurangnya dorongan, dan hasil belajar yang buruk dalam pengajaran matematika adalah faktor yang mendorong penelitian ini. Pembelajaran satu sisi dan model pembelajaran yang tidak beragam menyebabkan masalah ini. Siswa mengalami kesulitan untuk memahami bahan dan berkomunikasi secara efektif. Sebagai solusi, disarankan untuk menerapkan model SANTAI. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada semester kedua tahun ajaran 2025/2026 di SDN Pelambuan 2 Banjarmasin, di mana ada 15 siswa kelas lima yang tergabung dalam tiga kelompok kelas. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan siswa, serta keterampilan berpikir kritis, motivasi, dan hasil belajar siswa. Data kuantitatif diperoleh dari tes tertulis siswa. Data disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan persentase menggunakan analisis tabulasi silang deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek: aktivitas guru meningkat dari 73% menjadi 100%, aktivitas siswa dari 73% menjadi 93%, keterampilan berpikir kritis dari 73% menjadi 80%, dan motivasi dari 73% menjadi 86%, sementara hasil belajar meningkat lebih dari 70 persen.
Copyrights © 2026