Penelitian ini berfokus pada bagaimana wacana pelecehan seksual di pondok pesantren dikonstruksi dalam film Wahyu. Film menjadi salah satu media yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berperan aktif dalam mengonstruksi wacana sosial melalui pilihan narasi, dialog, dan visual yang ditampilkan. Film Wahyu menarik untuk dikaji karena mengangkat isu pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren, sebuah latar yang selama ini identik dengan citra religius dan otoritas moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wacana pelecehan seksual di lingkungan pondok pesantren dikonstruksi dalam film Wahyu berdasarkan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode kualitatif dan jenis penelitian deskriptif, dengan menganalisis tiga dimensi wacana Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana pelecehan seksual di Pondok Pesantren menunjukkan bahwa Pondok Pesantren sebagai institusi dengan otoritas moral yang kuat sekaligus sebagai ruang yang menciptakan celah bagi terjadinya dan tersembunyinya pelecehan seksual.
Copyrights © 2026