Pengelolaan persediaan yang masih dilakukan secara manual berpotensi menyebabkan discrepancy stock, menurunkan inventory accuracy, serta menghambat efektivitas operasional gudang. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab terjadinya discrepancy stock serta merancang perbaikan proses pengelolaan persediaan menggunakan pendekatan Business Process Reengineering (BPR). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Industri Jasa Penyedia Internet. Analisis dilakukan melalui pemetaan As-Is Process menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN), pengukuran inventory accuracy dan discrepancy stock, identifikasi aktivitas Value Added (VA) dan Non Value Added (NVA), serta penyusunan To-Be Process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengelolaan persediaan masih bergantung pada Microsoft Excel, belum terdapat pembaruan data secara real-time, dan permintaan barang belum terdokumentasi secara sistematis. Nilai discrepancy stock tertinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 15,30%, sedangkan terendah pada bulan November sebesar 0,43%. Usulan perbaikan melalui BPR menghasilkan proses bisnis yang lebih sederhana dengan digitalisasi pencatatan, formulir permintaan barang, pembaruan stok secara real-time, dan pengkodean lokasi penyimpanan. Perbaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan inventory accuracy serta mengurangi discrepancy stock pada Industri Jasa Penyedia Internet.
Copyrights © 2026