PT Powerindo Prima Perkasa merupakan perusahaan manufaktur panel listrik yang masih menghadapi permasalahan tingginya jumlah produk defect, khususnya pada proses wiring panel. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya aktivitas rework, bertambahnya waktu produksi, dan menurunkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi titik kritis penyebab defect, menganalisis potensi penyebab defect, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi defect menggunakan metode Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC) yang didukung Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data produksi, data defect, observasi, dan dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode Juni–Agustus 2025 terdapat 172 produk defect dari total produksi 1.244 unit dengan persentase defect sebesar 13,83%. Diagram Pareto menunjukkan wiring error/salah koneksi sebagai defect dominan. Analisis FTA mengidentifikasi faktor man dan method sebagai penyebab utama, sedangkan FMEA menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) awal sebesar 336. Berdasarkan hasil tersebut, diterapkan proses Check Continuity setelah proses wiring. Implementasi perbaikan menurunkan nilai RPN menjadi 48 serta menurunkan tingkat defect menjadi 4,33% atau sebesar 68,69% dibandingkan sebelum perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DMAIC yang didukung FTA dan FMEA efektif dalam meningkatkan kualitas produk panel listrik.
Copyrights © 2026