Limbah kulit buah jeruk (Citrus spp.) merupakan sumber antioksidan alami yang berpotensi besar namun sering belum dimanfaatkan secara optimal. Artikel ini disusun sebagai mini review yang bertujuan merangkum dan membandingkan aktivitas antioksidan kulit berbagai jenis jeruk berdasarkan empat metode uji, yaitu DPPH, FRAP, ABTS, dan CUPRAC. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif kualitatif terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional tahun 2022β2026 yang diperoleh dari Google Scholar, Garuda, ScienceDirect, PubMed/PMC, DOAJ, dan ResearchGate. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai ICβ
β dan kapasitas reduksi bervariasi luas antarjenis jeruk dan antarmetode, dengan kategori aktivitas berkisar dari sangat kuat hingga sangat lemah. Kadar fenolik dan flavonoid, metode ekstraksi, jenis pelarut, serta spesies dan bagian kulit yang diuji menjadi faktor utama yang memengaruhi hasil pengujian. Metode DPPH lebih sensitif terhadap senyawa polar, sedangkan FRAP, ABTS, dan CUPRAC mampu menangkap kontribusi senyawa semipolar hingga lipofilik seperti monoterpena. Perbandingan antarmetode menegaskan bahwa penilaian aktivitas antioksidan kulit jeruk hanya dari satu metode berisiko memberikan gambaran yang tidak lengkap, sehingga pendekatan multimetode diperlukan untuk memperoleh profil antioksidan yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2026