Kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 227 Patila masih tergolong rendah. Kondisi tersebut ditandai oleh rendahnya partisipasi analitis siswa selama pembelajaran serta belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) akibat dominannya penggunaan metode pembelajaran ekspositori yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL). Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 28 siswa kelas IV SDN 227 Patila. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar, lembar observasi kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif-komparatif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis meningkat dari 42,85% pada prasiklus menjadi 85,71% pada Siklus II, sedangkan ketuntasan hasil belajar meningkat dari 35,71% menjadi 89,28% dengan nilai rata-rata kelas meningkat dari 58,21 menjadi 84,64. Dengan demikian, penerapan model Project-Based Learning (PjBL) efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 227 Patila.
Copyrights © 2026