Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMAN Sumatera Selatan dengan tujuan untuk mengenalkan dan mengimplementasikan teknologi budidaya tanaman sayuran secara hidroponik guna mendukung penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Kurikulum Merdeka. Melalui pendekatan pelatihan teknis dan pendampingan demonstratif, siswa dilibatkan secara langsung dalam praktik budidaya tanaman sayuran menggunakan dua sistem hidroponik, yaitu Deep Flow Technique (DFT) dan Wick System. Rendahnya minat siswa terhadap bidang pertanian yang masih dianggap kuno dan sulit menjadi permasalahan utama yang dihadapi. Tujuan kegiatan ini adalah: 1) mengenalkan dan menerapkan budidaya sayuran hidroponik di SMAN Sumatra Selatan; 2) memberikan pelatihan dan pendampingan; serta 3) meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat siswa di bidang pertanian, khususnya hidroponik. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 siswa dengan total 220 bibit tanaman yang dibudidayakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua sistem hidroponik dapat diterapkan dengan baik di lingkungan sekolah dengan pertumbuhan tanaman yang optimal. Pada sistem DFT, tanaman kangkung dan pakcoy menunjukkan rata-rata tinggi tanaman masing-masing 16,9 cm dan 18,1 cm, jumlah daun 18,7 dan 13,0 helai, serta berat segar panen sebesar 54,5 g dan 41,7 g. Pada sistem wick, tanaman bayam dan sawi menunjukkan rata-rata tinggi tanaman 38,0 cm dan 15,6 cm, jumlah daun 13,3 dan 11,4 helai, serta berat segar panen sebesar 33,1 g dan 25,0 g. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat siswa terhadap pertanian modern yang ditunjukkan oleh keterlibatan aktif dalam seluruh tahapan budidaya hingga pemasaran hasil panen. Integrasi budidaya hidroponik dalam pembelajaran berbasis proyek menunjukkan potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi P5 di lingkungan sekolah
Copyrights © 2026