Ketersediaan bahan bakar fosil yang terbatas dan meningkatnya permintaan energi mendorong penggunaan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Desa Kembang Kerang Daya memiliki potensi limbah biomassa yang melimpah yang belum dimanfaatkan sepenuhnya. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam membuat briket arang agar desa bisa mandiri dalam energi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan 32 peserta ikut serta dalam sesi orientasi dan praktik langsung pembuatan briket. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang terdiri dari 20 pernyataan mencakup aspek pengetahuan, sikap, kualitas produk, serta minat dan pengembangan. Hasilnya menunjukkan skor total rata-rata sebesar 84,91 (dikategorikan sebagai “sangat tinggi”). Aspek sikap memperoleh skor tertinggi (4,37), diikuti oleh minat dan pengembangan (4,26), dan pengetahuan (4,12). Temuan ini menunjukkan bahwa program edukasi berhasil dan secara signifikan meningkatkan pemahaman serta motivasi masyarakat. Briket arang memiliki potensi besar untuk mendukung kemandirian energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan limbah biomassa. Kegiatan lanjutan direkomendasikan, termasuk pembentukan kelompok usaha koperasi, pendampingan teknis yang berkelanjutan, dan pelatihan strategi pemasaran untuk memastikan keberlanjutan program.
Copyrights © 2026