Indonesia memiliki keanekaragaman tanaman obat yang berpotensi besar sebagai sumber pengobatan tradisional dan telah dimanfaatkan secara turun-temurun oleh masyarakat. Meskipun demikian, pemanfaatan pekarangan maupun lahan desa untuk pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) masih belum optimal. Padahal, TOGA berperan sebagai sumber bahan herbal yang dapat mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai manfaat serta teknik budidaya TOGA, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan desa yang belum produktif. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan sosialisasi, penyuluhan, dan praktik langsung penanaman berbagai jenis TOGA, seperti kunyit, serai, dan lengkuas,dll. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat TOGA serta tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan sebagai sumber tanaman obat berbasis herbal. Program ini diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan
Copyrights © 2026