Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan pangan fungsional bernilai ekonomi masih terbatas. Masyarakat belum sepenuhnya memahami pengolahan, formulasi, pengemasan, dan pemasaran produk minuman herbal berbasis daun kelor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah daun kelor menjadi teh herbal fungsional serta mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung pola hidup sehat dan peluang ekonomi. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan formulasi dan pengemasan, serta evaluasi melalui observasi dan diskusi. Tahapan pengolahan meliputi pemilihan, pencucian, pengeringan, penghalusan, formulasi, pengemasan, dan penyimpanan. Kegiatan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menghasilkan teh herbal daun kelor yang praktis, higienis, dan bernilai tambah. Peserta mampu menerapkan tahapan pengolahan serta memahami pentingnya kemasan, label, dan strategi pemasaran. Pengembangan teh herbal berbasis daun kelor efektif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal. Produk ini berpotensi mendukung pola hidup sehat sekaligus meningkatkan peluang ekonomi. Pengembangan lanjutan perlu diarahkan pada standardisasi, uji mutu, peningkatan kemasan, dan pemasaran berkelanjutan
Copyrights © 2026