Salah satu tantangan sebagai anak bangsa adalah mengembangkan dan membuat alat untuk membantu layanan kesehatan agar dapat berkembang mengikuti dengan perkembangan teknologi, yaitu dengan membuat alat pendeteksi diabetes dengan artificial intelligence.Permasalahan pada pengguna memiliki keterbatasan dalam membedakan warna,baik karena factor pencahayaan, gangguan penglihatan, atau perbedaan persepsi warna.Teknologi image processing hadir sebagai solusi dengan memanfaatkan kamera untuk menangkap citra strip, kemudian diproses secara digital agar hasil yang ditampilkan menjadi lebih akurat dan konsisten.Pengabdian ini bertujuan menjelaskan atau mendisiminasi kepada mitra PT.Latansa Palembang Jaya untuk prototipe sistem deteksi gangguan berbasis Raspberry Pi yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things dan kecerdasan buatan. Sistem yang dirancang menggunakan sensor ultrasonik, sensor MQ-2, dan AI Camera untuk mendeteksi berbagai kondisi gangguan. Data hasil deteksi kemudian dikirim dan ditampilkan secara real-time melalui dashboard Node-RED serta dilengkapi buzzer sebagai alarm peringatan.Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi gangguan dan menampilkan informasi pemantauan secara real-time sesuai dengan fungsi yang dirancang. Dengan demikian, prototipe ini dapat menjadi solusi pendukung dalam meningkatkan efektivitas monitoring dan keamanan pada Point of Presence.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, sensor ultrasonik mampu mendeteksi keberadaan objek di area pemantauan dengan cukup baik. Sensor tetap dapat memberikan pembacaan yang stabil pada berbagai jarak pengujian sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu indikator adanya aktivitas di sekitar perangkat PoP. Sementara itu, sensor MQ-2 juga menunjukkan kemampuan yang baik dalam mendeteksi keberadaan asap atau gas yang berpotensi mengganggu operasional perangkat telekomunikasi.Proses komunikasi data antara perangkat dan dashboard berlangsung dengan lancar melalui protokol MQTT
Copyrights © 2026