Untuk mewujudkan tata kelola yang efisien, transparan, dan akuntabel, transformasi digital telah menjadi salah satu agenda strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pemerintah Indonesia terus mendorong penggunaan teknologi informasi dalam berbagai proses pemerintahan dan penyediaan layanan publik (Handoko et al., 2026). Salah satu implementasi yang mendukung transformasi digital adalah penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk meningkatkan efisiensi proses administrasi dan pengelolaan dokumen. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara, pada tanggal 30 Mei 2026. Hasil koordinasi awal dan observasi menunjukkan bahwa pengembangan sistem tanda tangan elektronik diperlukan untuk mendukung digitalisasi administrasi dan penerapan SPBE di lingkungan instansi. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan dan implementasi Sistem Tanda Tangan Elektronik (TTE) berbasis Laravel. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pengembangan sistem, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi implementasi. Setiap tahapan dirancang agar sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan mitra dan dapat digunakan secara efektif oleh pengguna (Ula, 2024). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi Sistem Tanda Tangan Elektronik berbasis Laravel mendukung transformasi digital di Diskominfo Kota Gunungsitoli. Sistem ini membantu penerapan SPBE, mempercepat proses penandatanganan dan pengarsipan dokumen digital, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparatur melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan sehingga mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dan meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi
Copyrights © 2026