Reformasi birokrasi mendorong pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi yang berorientasi pada masyarakat. DPMPTSP Kota Surabaya menginisiasi Program Pesona Buaya (Pendampingan, Sinergi, dan Sosialisasi Perizinan Berusaha untuk UMK Surabaya) sebagai pendekatan jemput bola dalam membantu pelaku Usaha Mikro dan Kecil memperoleh Nomor Induk Berusaha melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kinerja pegawai dalam pelaksanaan Program Pesona Buaya di DPMPTSP Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Narasumber dipilih secara purposive, terdiri atas koordinator Program Pesona Buaya, pegawai pelaksana, dan pelaku usaha peserta program. Kinerja pegawai dianalisis berdasarkan teori Mangkunegara yang meliputi kualitas kerja, kuantitas kerja, keandalan, dan sikap kerja. Hasil penelitian menunjukkan kinerja pegawai telah berjalan dengan baik meskipun jumlah peserta dan beban pelayanan terus meningkat. Kualitas pelayanan tetap terjaga melalui pembagian tugas yang jelas, koordinasi yang baik, serta penerapan sistem saling membantu antarpegawai. Faktor pendukung meliputi kemampuan, motivasi, dan dukungan lintas instansi, sedangkan penghambat meliputi belum adanya pelatihan formal seluruh fitur OSS RBA, gangguan sistem, dan beragamnya literasi digital pelaku usaha. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan formal yang terstruktur serta evaluasi kebutuhan jumlah pegawai untuk mendukung keberlanjutan Program Pesona Buaya.
Copyrights © 2026