Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CANGKRUK SEBAGAI PRAKTIK SOSIAL DALAM PENGUATAN MANAJEMEN PUBLIK DI TINGKAT RUKUN WARGA DI SIDOARJO Juliyanto, Andra Pratama; Wibisono, Haryo Kunto; Yusroni, Ahmad; Rosa, Nabila Septia
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6132

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran budaya cangkruk dan kegiatan ngopi informal dalam memperkuat manajemen publik serta pelayanan masyarakat di tingkat komunitas, dengan fokus pada RW 06 Desa Sumput, Kabupaten Sidoarjo. Pengelolaan pelayanan publik di tingkat akar rumput kerap menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kapasitas kelembagaan, ketiadaan prosedur operasional baku, dan ketidakmerataan kualitas layanan antar lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan pendekatan manajerial yang lebih adaptif dan selaras dengan konteks sosial budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi praktik sosial sehari-hari, pola interaksi masyarakat, serta mekanisme pengelolaan pelayanan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus lingkungan, dan penelusuran dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya cangkruk dan kegiatan ngopi tidak sekadar menjadi aktivitas sosial, melainkan juga berfungsi sebagai ruang tata kelola informal yang memperkuat komunikasi antara warga dan pengurus. Praktik ini meningkatkan responsivitas, akuntabilitas, dan aksesibilitas layanan melalui partisipasi aktif masyarakat. Meskipun tingkat digitalisasi masih terbatas akibat rendahnya literasi digital, layanan tatap muka tetap berjalan efektif dan berkontribusi pada penguatan kepercayaan sosial. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa praktik budaya lokal dapat menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan manajemen pelayanan publik yang partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata Kunci: Rukun Waga, Cangkruk, Egaliter, Manajemen Publik, Tata Kelola, Kolaborasi
OPTIMALISASI IMPLEMENTASI BUMDES JAYA LESTARI DESA SUNGIKULON, KABUPATEN PASURUAN: ANALISIS STRATEGI, KENDALA, DAN KONTRIBUSI TERHADAP PENDAPATAN ASLI DESA Yusroni, Ahmad; Juliyanto, Andra Pratama; Sari, Yuyun Eka Kartika; Anwar, Muhammad Khairul; Rosa, Nabila Septia
JianE (Jurnal Ilmu Administrasi Negara) Vol. 7 No. 3 (2025): JianE: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jan.v7i3.10652

Abstract

This study aims to analyze the implementation of BUMDes Jaya Lestari in Sungikulon Village by focusing on management optimization strategies, existing constraints, and its contribution to Village Own-Source Revenue (PADes). A qualitative single-case study design was employed using in-depth interviews, participatory observation of business units such as Pospay services and 3-kg LPG outlets, and document analysis of financial statements, sales logbooks, and other operational records. Data were analyzed through an interactive process involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that strategies related to human resource capacity building, product promotion, partnerships with PT. Pos and PT. Pertamina, and capital strengthening are only sufficient to maintain operational continuity and have not yet generated a significant contribution to PADes. Internal constraints include limited managerial and financial skills, low transparency, and less effective leadership, while external constraints arise from market competition and low community participation. The contribution of BUMDes is more evident in non-financial aspects such as service facilitation, economic empowerment, and social impact, whereas its direct financial contribution to PADes remains very limited.