Rendahnya kesadaran pendidikan lanjut, belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan, minimnya adopsi teknologi digital pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta rendahnya kesadaran kebersihan lingkungan merupakan persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat Nagori Rawa Masin, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun model pemberdayaan masyarakat terpadu berbasis potensi lokal melalui penguatan pendidikan, ketahanan pangan, dan digitalisasi UMKM. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan melalui observasi lapangan dan koordinasi dengan pemerintah nagori; pelaksanaan berupa sosialisasi pendidikan tinggi dan bimbingan belajar, penyuluhan serta praktik pemanfaatan pekarangan, pendampingan digitalisasi UMKM melalui media sosial, dan penguatan sarana kebersihan lingkungan; serta evaluasi partisipatif terhadap perubahan perilaku masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa, mulai dimanfaatkannya lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, adopsi pemasaran digital oleh pelaku UMKM seperti Zeze Bakery, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal dan partisipasi aktif masyarakat terbukti mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat, meskipun keberlanjutannya memerlukan pendampingan lanjutan yang lebih terstruktur agar hasil yang telah dicapai dapat terus berkembang.
Copyrights © 2026