Transformasi digital memberikan peluang sekaligus tantangan dalam peningkatan kesehatan keluarga, terutama terkait kemampuan masyarakat dalam mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi kesehatan yang terpercaya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi kesehatan dengan tetap mempertahankan nilai sosial budaya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan family health literacy, digital health literacy, serta pemahaman masyarakat terhadap kearifan lokal Aceh dan nilai-nilai budaya Melayu melalui implementasi program Smart Family Health Education. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Approach yang diintegrasikan dengan prinsip Participatory Learning and Action. Program dilaksanakan di Gampong Surien Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas kader kesehatan, anggota PKK, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid. Evaluasi program menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan instrumen kuesioner yang mencakup empat domain, yaitu family health literacy, digital health literacy, kearifan lokal Aceh, dan nilai budaya Melayu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah intervensi, yang ditunjukkan dengan meningkatnya proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik pada seluruh domain yang dinilai. Integrasi literasi kesehatan dengan kearifan lokal Aceh dan nilai budaya Melayu meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap edukasi kesehatan serta memperkuat kapasitas keluarga dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Program Smart Family Health Education berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis budaya dalam mendukung promosi kesehatan keluarga secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026