Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI PADA PEMBELAJARAN DARING DI MADRASAH IBTIDAIYAH: PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI PADA PEMBELAJARAN DARING DI MADRASAH IBTIDAIYAH Maya Safitri Maya
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 3 No. 1 (2022): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.743 KB)

Abstract

Pembelajaran dalam jaringan (daring) yaitu sistem pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka secara langsung antara pendidik dengan peserta didik, dimana proses pembelajaran yang dilaksanakan melalui online yang menggunakan sistem jaringan internet. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus  (Covid-19). Dengan adanya kebijakan tersebut maka seluruh sekolah yang ada di Indonesia menganjurkan untuk melaksanakan proses belajar dari rumah melalui pembelajaran daring. Pada proses pembelajaran daring kompetensi pedagogik guru PAI memiliki peran yang sangat penting agar mampu mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru PAI dalam mengimplementasiakan pembelajaran daring di Madrasah. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian memberikan deskripsi mengenai kurang upaya peningkatan kompetensi pedagogik guru PAI dalam melaksanakan proses pembelajaran daring, dikarenakan ada beberapa kendala yang dihadapi diantaranya: kurangnya motivasi, lemahnya penguasaan teknologi informasi dan aplikasi pembelajaran seperti google classroom, ruang guru, yang hanya menggunakan aplikasi whatsApp dalam proses pembelajaran daring, serta minimnya sosialisasi, dan pelatihan mengenai aplikasi pembelajaran daring.
Analisis kompetensi pedagogik guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum di SMA Negeri Maya Safitri
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 1, No. 2: July - December 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.635 KB) | DOI: 10.26555/jiei.v1i2.1474

Abstract

Kompetensi pedagogik guru PAI memiliki peran yang sangat penting dalam mengimplementasikan kurikulum. Pengelolaan kompetensi pedagogik menjadi problem yang umum ditemui dalam mewujudkan tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru PAI, upaya dan kendala guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum pada lima SMA Negeri di Aceh. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian memberikan deskripsi kompetensi pedagogik guru PAI dikelola dengan baik yang diwujudkan dengan penyusunan rencana pembelajaran, silabus, program tahunan, dan program semester, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Upaya pengembangan kompetensi dilakukan dengan kegiatan pelatihan, pengembangan diri, supervisi, motivasi, dan pembinaan guru. Sedangkan kendala implementasi kurikulum adalah kurangnya motivasi, lemahnya penguasaan teknologi dan informasi, minimnya sosialisasi perubahan kurikulum dan evaluasi pembelajaran, terbatasnya sumber belajar, alokasi struktur kurikulum yang minim, dan input peserta didik yang rendah.
The Impact of Puppet Show Media on Grade 3 Students' Listening Skills at SDN 1 Syamtalira Bayu Firdha Dwi Apriani; Maya Safitri; Jumat Barus
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 4 No. 1 (2023): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/ga.v4i1.1277

Abstract

The low creativity of teachers in determining learning media makes students experience difficulties in listening. One of the things that underlies the achievement of learning is the availability of media in the teaching and learning process. Therefore, the researcher formulated this study with the title "The Influence of Puppet Show Media on Students' Listening Skills in Theme 2 Class 3 SDN 1 Syamtalira Bayu". The purpose of this study was to determine whether or not there was an effect of the use of puppet show media on listening skills in grade III elementary school students. The method used is quantitative with a quasi-experimental approach. Sources of research data were all grade III of SDN 1 Syamtalira Bayu, totaling 21 students in the experimental class and 21 students in the control class. The data collection technique in this study was a test with the results of the research that there was an influence by using Puppet Show media on the listening ability of class III students. In testing the hypothesis, the price of tcount is 2,164 and ttable is 1,683 after testing at a significant level α = 0.05/2 and df = 40 based on the criteria for testing the hypothesis, then reject H0, because tcount > table, namely 2,164 > 1,683, then Ho is rejected, Ha is accepted, which means there is an influence in the use of puppet show media on students' listening skills on the theme of class 2 class III SDN 1 Syamtalira Bayu.
Penerapan Gerakan Literasi Sekolah: Pelatihan Meningkatkan Minat Baca Siswa di MITA Almuslimun Muhammad Iqbal; Maya Safitri; Wulanda Wulanda; Ristawati Ristawati; Hasniyati Hasniyati; Muhammad Habibi; Noval Fuadi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.15534

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Al Muslimun melalui kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Pesantren Terpadu Al Muslimun. Berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Gerakan Literasi Sekolah, kegiatan ini mengacu pada upaya meningkatkan minat baca siswa di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 15 Februari - 7 Maret 2023 dengan melibatkan siswa-siswa MITA (Madrasah Almuslimun Terpadu Almuslimun). Terdapat tiga kegiatan training/pelatihan yang efektif dalam upaya meningkatkan minat baca siswa. Pertama, kegiatan bedah buku dan menulis resensi buku dilakukan untuk menganalisis dan memahami buku-buku yang dibaca oleh siswa. Kedua, kegiatan kelompok diskusi buku digunakan untuk mendorong siswa untuk berdiskusi dan berbagi pemahaman mereka tentang buku. Terakhir, kegiatan sumbang buku dilakukan untuk memperkaya perpustakaan madrasah dengan buku-buku baru dan bermutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bedah buku, kelompok diskusi buku, dan sumbang buku memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan minat baca siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengembangkan pemahaman, keterampilan kritis, dan pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan dan membentuk komunitas pembaca yang aktif. Dengan adanya lingkungan literasi yang merangsang dan akses yang memadai, diharapkan minat baca siswa di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Al Muslimun dapat meningkat secara signifikan. Diharapkan pengabdian ini dapat memperkuat budaya literasi dalam lingkungan pendidikan, membuka wawasan siswa, serta memberikan dampak positif dalam peningkatan minat baca siswa di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Al Muslimun.
MODERN ISLAMIC POETRY IN ACEH: T.M. Daud Gade's Syair Rabbani Wahid in the Perspective of Islamic Educational Psychology Alwi, Said; Iqbal, Muhammad; Safitri, Maya
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 47, No 1 (2023)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v47i1.1024

Abstract

Abstract: Due to restrictions in developing and expressing the spiritual potential through the stylistic components in the poetry, Rabbani Wahid's poetry has not been studied adequately. The objective of this study is to provide an explanation for the poetry of Rabbani Wahid's, including the linguistic style, suggestive power, imagery, and emotions. The explanation for these elements involves a psychological perspective. The poetry collection Book of Rabbani Wahid, which has 11 sub-poems designated D1 to D11, provided empirical data for the study. The investigation starts by choosing a poem and utilizing literary analysis to examine its stylistic components. Applying tools for descriptive analysis is the next stage. The research's findings reveal that poetry's suggestive power is crucial because it may shape the reader's emotions, ideas, and behavior by using suitable words and language. The use of imagery, figurative language, and appropriate word placement can deepen the reader's understanding of the poetry's content. In order to elicit aesthetic and emotional responses from readers or listeners, Rabbani Wahid's poetry employs a variety of images, linguistic idioms, and phrases with great suggestive power. The poetry also conveys significant spiritual lessons about the value of doing good deeds, love for Allah and the Prophet Muhammad, humility, and simplicity. Litotes, repetition, personification, and simile are figurative language techniques that are employed to enhance the language style and express significant spiritual themes about humbling oneself and practicing simplicity in worship.Keywords: spiritual psychology, Rabbani Wahid, poetry, stylistic approach
Challenges in Implementing Sharia-Based Education: Balancing Regional Autonomy and Children’s Rights in Aceh Mukhlis Mukhlis; Muhammad Iqbal; Maya Safitri; Hasniyati Hasniyati
Khazanah Hukum Vol. 7 No. 1 (2025): Khazanah Hukum
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kh.v7i1.41012

Abstract

This study analyzes the implementation of Sharia-based education in Aceh through the perspective of regional autonomy and children's rights.  This multidisciplinary study reveals the tension between Aceh's education policies (Law No.  11/2006 and Qanun Education) with the obligation of children's rights (children's rights convention Articles 28-29 and Child Protection Law No.  35/2014). Findings show that some schools do not meet inclusive standards, religious materials are less multicultural, and only some teachers are trained in inclusive pedagogy with infrastructure gaps.    The impact on children's rights is significant: female dropout rates are higher due to child marriage and only some schools are disability friendly.   Policy analysis revealed that Qanun has not fully adopted the principle of inclusivity, while policies in the district still ignore marginalized groups.  The research introduced the "Balanced Integration" model, which was piloted in 10 schools, successfully improving the indicators of inclusivity by aligning Islamic values with the principles of the children's rights convention article 29.  Other findings show that hybrid programs (tahfiz-STEM) increase student acceptance in universities. Policy implications include: (1) harmonization of Qanun with human rights standards, (2) children's rights-based teacher training, and (3) policy impact monitoring system.  The study offers an operational framework linking regional autonomy, Islamic identity, and children's rights, with specific recommendations to ensure Sharia education in Aceh meets three pillars: local wisdom, religious values, and universal human rights standards. The findings contribute to the global discourse on multicultural education in Muslim societies suggesting that educational autonomy can be implemented without sacrificing children's basic rights.
Evaluating Qur’anic Learning in Intensive Religious Programs: An Integrative Perspective on Non-Formal Islamic Education Rahil Annisa; Maya Safitri
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2026): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v7i2.1385

Abstract

This study aims to examine and conceptualize the evaluation of Qur’anic learning within intensive religious programs by analyzing how evaluation practices are implemented as an integrated system in non-formal Islamic education settings. This study employs a qualitative approach using a case study design to gain an in-depth understanding of evaluation practices in a natural context. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and document analysis involving teachers and students in a Ramadan intensive program. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns, categories, and overarching themes in evaluation practices. The findings reveal that Qur’anic learning evaluation is implemented through four interconnected forms: recitation (tilawah), tajwid, memorization (tahfidz), and tilawatil Qur’an evaluation. These forms are continuously integrated into daily learning through direct recitation, immediate feedback, structured memorization submission, and performance-based activities. The evaluation system reflects a combination of formative and authentic assessment, emphasizing real-time improvement, active learner engagement, and multidimensional skill development. Despite challenges such as limited time, diverse student abilities, and the absence of standardized instruments, evaluation practices remain effective due to intensive teacher–student interaction and adaptive instructional strategies. This study introduces an integrative evaluation perspective that bridges technical (recitation and tajwid), cognitive (memorization), and affective-aesthetic (tilawatil Qur’an) dimensions within a unified framework. It challenges the conventional assumption that evaluation in non-formal Islamic education is informal and fragmented by demonstrating its systematic and pedagogically embedded nature. This study contributes to the advancement of educational assessment theory by extending formative and authentic assessment frameworks into the context of Qur’anic learning. It provides a context-sensitive model of evaluation that can inform the development of more holistic and effective assessment practices in non-formal Islamic education. Additionally, it offers practical insights for educators in designing flexible, continuous, and meaningful evaluation systems that enhance learning quality.
Implementasi Model Pembelajaran Berdasarkan Pengalaman dalam Meningkatkan Pemahaman Beragama Santri di Dayah MUDI 2 Samalanga Kabupaten Bireuen Ridho Pahlepi; Maya Safitri
ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education
Publisher : Enlightenment Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71036/ajcie.v4i1.460

Abstract

Kesenjangan antara penguasaan teori keagamaan (knowing) dan pengamalannya dalam perilaku nyata (doing) merupakan tantangan mendasar dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran berdasarkan pengalaman (experiential learning) dalam pembelajaran PAI di Dayah MUDI 2 Samalanga, Kabupaten Bireuen, serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan pemahaman beragama santri secara holistik (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, pengumpulan data dilakukan selama empat bulan (Februari–Mei 2026) melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap pimpinan dayah, 3 guru PAI, dan 16 santri, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi experiential learning dilaksanakan secara terstruktur melalui empat tahapan siklus Kolb: (1) pengalaman konkret (concrete experience) melalui praktik ibadah khusyuk, bermain peran masalah sosial, dan pengamatan alam; (2) observasi reflektif (reflective observation) melalui diskusi kelompok kecil dan buku refleksi harian; (3) konseptualisasi abstrak (abstract conceptualization) melalui pendalaman makna dan diskusi interaktif; serta (4) eksperimen aktif (active experimentation) melalui penerapan nilai tahaarah dalam aksi lingkungan, kepemimpinan ibadah, dan kegiatan sosial. Model ini terbukti secara signifikan meningkatkan pemahaman keagamaan santri, menumbuhkan kesadaran moral, serta mendorong internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dayah, keluarga, dan masyarakat. Faktor pendukung utama meliputi kompetensi guru, kepemimpinan kepala madrasah yang terbuka, dan etos budaya dayah yang menyatukan ilmu dan amal, sedangkan kendala yang dihadapi berupa alokasi waktu yang relatif lama dan keterbatasan sarana pembelajaran berbasis pengalaman.
IMPLEMENTASI STRATEGI DIRECT INSTRUCTION DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA SIRAJUL IBAD ACEH SELATAN Siddi Mauidhah; Maya Safitri
At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): AT-TABAYYUN - JOURNAL ISLAMIC STUDIES
Publisher : Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/atjis.v8i1.7753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi Direct Instruction (pembelajaran langsung) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Sirajul Ibad Aceh Selatan. Pemilihan strategi ini didasari oleh kebutuhan guru untuk menyajikan materi secara terstruktur agar mudah dipahami oleh siswa dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Strategi Direct Instruction merupakan model pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered), di mana guru bertindak sebagai sumber utama informasi dalam mentransfer pengetahuan selangkah demi selangkah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan guru PAI serta siswa kelas X di SMA Sirajul Ibad Aceh Selatan. Data sekunder didukung oleh dokumen, foto, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi Direct Instruction di SMA Sirajul Ibad Aceh Selatan telah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang sistematis, meliputi: (1) Menyiapkan siswa; (2) Menyampaikan tujuan; (3) Melakukan presentasi; (4) Melakukan demonstrasi; (5) Memberikan latihan terbimbing; (6) Evaluasi; dan (7) Feedback. Guru mampu menciptakan suasana belajar yang berkesan dan menyenangkan dengan menyisipkan gurauan atau intermezzo seperti game konsentrasi agar pembelajaran tidak monoton. Keberhasilan strategi ini dibuktikan dengan meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi PAI, kemampuan siswa dalam mempraktikkan keterampilan keagamaan (seperti berwudhu), serta peningkatan hasil belajar siswa secara keseluruhan.
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SDN 3 NISAM Fitrahmi; Maya Safitri
At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): AT-TABAYYUN - JOURNAL ISLAMIC STUDIES
Publisher : Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/atjis.v8i1.7765

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa di SDN 3 Nisam, di mana sebagian siswa masih pasif dalam proses pembelajaran, kurang berpartisipasi dalam diskusi, dan kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa di SDN 3 Nissam, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri dari guru kelas, siswa, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Model Project Based Learning (PjBL) di SDN 3 Nissam dilakukan melalui kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan siswa secara aktif dalam diskusi, kerja sama kelompok, pencarian informasi, dan penyelesaian tugas proyek. Penerapan model ini mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa, terlihat dari meningkatnya keberanian siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat selama proses pembelajaran berlangsung. Faktor pendukung implementasi PjBL meliputi peran guru sebagai fasilitator, antusias siswa, kerja sama kelompok, dan lingkungan belajar yang kondusif. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya rasa percaya diri sebagian siswa, keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta keterbatasan fasilitas pembelajaran. Dengan demikian, penerapan Model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa di SDN 3 Nissam dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif serta berpusat pada siswa.