Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan memerlukan upaya pencegahan sejak masa kehamilan melalui intervensi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai ASI eksklusif, perawatan payudara, dan teknik menyusui yang benar dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI serta meningkatkan risiko stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif sebagai strategi pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pinang Kencana, wilayah kerja Puskesmas Batu 10 Kota Tanjungpinang, melalui dua kali pertemuan pada tanggal 19 Mei dan 29 Juni 2026 dengan melibatkan 30 orang ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi perawatan payudara selama kehamilan dan teknik menyusui yang benar, praktik langsung, serta evaluasi melalui post-test. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 61,7 pada pre-test menjadi 88,3 pada post-test atau meningkat sebesar 26,6 poin (43%). Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 33,3% menjadi 90,0%. Selain itu, keterampilan peserta juga mengalami peningkatan, meliputi kemampuan melakukan perawatan payudara (30,0% menjadi 93,3%), mempraktikkan posisi menyusui (36,7% menjadi 96,7%), dan teknik pelekatan yang benar (26,7% menjadi 90,0%). Kader kesehatan juga menunjukkan peningkatan kapasitas dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil di masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kelas edukasi yang dipadukan dengan demonstrasi praktik efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta berpotensi mendukung peningkatan cakupan ASI eksklusif sebagai salah satu strategi percepatan pencegahan stunting berbasis masyarakat.
Copyrights © 2026