Kawasan pesisir Gampong Kuala Langsa merupakan episentrum ekonomi maritim yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir rob. Kerentanan ini diperparah oleh minimnya infrastruktur peringatan dini yang adaptif dan rendahnya literasi kebencanaan digital. Naskah pengabdian ini memaparkan penerapan Sistem Peringatan Dini (EWS) berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi Telegram Bot, serta pelaksanaan edukasi mitigasi bencana yang holistik. Sistem menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32 dan sensor ultrasonik kedap air JSN-SR04T guna mengatasi korosi uap garam di area pesisir. Pendekatan yang diimplementasikan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) untuk memberdayakan aset lokal. Evaluasi kesiapsiagaan diukur secara empiris menggunakan parameter baku LIPI-UNESCO. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test pada pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikansi kesiapsiagaan secara statistik (p < 0,05) pada seluruh parameter uji. Sinergisitas antara rekayasa teknologi EWS, edukasi, dan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) menjadikan Gampong Kuala Langsa sebagai prototipe Desa Tangguh Bencana (Destana) yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026