Artikel ini membahas implementasi program pendidikan literasi keuangan bagi perempuan di perdesaan melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai implementasi Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dengan mitra Muslimat NU Ranting Dukuhmojo. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya tingkat literasi keuangan, ketergantungan ekonomi pada pasangan, terbatasnya akses terhadap layanan keuangan formal, serta kuatnya budaya patriarki yang membatasi peran perempuan dalam pengelolaan keuangan keluarga. Program ini menerapkan metode partisipatif melalui tiga tahapan utama: identifikasi masalah melalui focus group discussion, pelatihan literasi keuangan dengan pendekatan andragogi, serta implementasi dan pendampingan pembentukan kelompok simpan pinjam komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas literasi keuangan peserta, terbentuknya struktur kepengurusan kelompok simpan pinjam Muslimat NU, serta tersalurkannya dana stimulus sebesar Rp10.000.000 sebagai modal bergulir bagi empat ranting Muslimat. Analisis teoretik menggunakan kerangka pemberdayaan Naila Kabeer, teori modal sosial Robert Putnam, serta pendekatan ekonomi politik feminis menunjukkan bahwa program ini berhasil membuka ruang bagi perempuan untuk mengembangkan agensi dan kapasitas dalam pengambilan keputusan ekonomi. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya pendampingan berkelanjutan dan penguatan sistem keuangan mikro berbasis komunitas sebagai strategi pemberdayaan ekonomi perempuan perdesaan
Copyrights © 2026