Fenomena bullying masih menjadi permasalahan serius di lingkungan sekolah dasar yang berdampak negatif terhadap kepercayaan diri, prestasi belajar, dan hubungan sosial anak. Oleh karena itu, dibutuhkan program edukatif yang mampu menumbuhkan sikap empati, kebersamaan, serta saling menghargai di antara siswa. Melalui program Gerakan Sahabat Anti-Bullying (GSAB), tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupaya memberikan intervensi edukatif kepada siswa SD melalui kegiatan sosialisasi, permainan edukatif, diskusi kelompok, dan simulasi peran (roleplay). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai dampak buruk bullying, tumbuhnya sikap empati, serta semangat kebersamaan di antara siswa. Program ini juga meningkatkan keterampilan sosial anak dalam menjalin hubungan sehat baik di sekolah maupun masyarakat. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, dinamika kelompok yang beragam, serta kebutuhan media pembelajaran yang lebih menarik. Dengan pendekatan persuasif, pemanfaatan permainan sederhana, serta keterlibatan guru, kendala tersebut dapat diatasi. Ke depan, GSAB diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan dukungan sekolah dan masyarakat.
Copyrights © 2026