Perilaku bystander pada anak usia dini dalam situasi sosial yang tidak menyenangkan sering kali tampak melalui respons pasif, ragu, atau bergantung pada bantuan orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dokumen rancangan Kurikulum Bystander berbasis empati dalam menumbuhkan keberanian sosial anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kajian konseptual melalui analisis dokumen kurikulum dan sintesis literatur. Data utama berupa dokumen rancangan Kurikulum Bystander, sedangkan data pendukung berupa 26 artikel ilmiah tahun 2023-2026 yang berkaitan dengan bystander, empati, perilaku prososial, perkembangan sosial-emosional, bullying, pendidikan karakter, strategi pembelajaran, dan kurikulum PAUD. Data dianalisis melalui sintesis naratif tematik untuk menelaah keterkaitan antara nilai inti, tahapan perkembangan, strategi pembelajaran, dan penilaian autentik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Bystander menghubungkan empati, pemahaman sosial, regulasi diri, komunikasi peduli, dan tindakan prososial dalam satu alur pembelajaran. Kurikulum ini memosisikan keberanian sosial sebagai proses bertahap yang membantu anak mengenali situasi sosial, memahami perasaan teman, mengelola respons diri, dan mencoba tindakan prososial yang aman. Kurikulum ini dapat menjadi acuan awal bagi guru PAUD dalam merancang pembelajaran sosial-emosional berbasis empati, tetapi masih memerlukan validasi ahli, uji keterbacaan guru, dan uji coba empiris terbatas.
Copyrights © 2026