Seni tradisi sebagai bagian dari budaya lokal memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pendidikan anak usia dini, namun implementasinya di lembaga PAUD masih cenderung terbatas sebagai kegiatan pelengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan seni Reyog sebagai sumber belajar kreatif dan bermakna bagi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita Balong dan RA Muslimat NU 160 Darussalam Tatung, Ponorogo, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, peserta didik, dan wali murid. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni Reyog paling dominan menstimulasi perkembangan motorik kasar, sosial emosional, serta pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan percaya diri anak. Dukungan pelatih profesional dan kelengkapan sarana menjadi faktor penting dalam optimalisasi pembelajaran seni berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2026