Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab, menganalisis peran guru, serta menganalisis faktor penghambat dalam penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Pancasila, serta siswa. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik, dengan analisis data menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermas, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penguatan karakter dilakukan secara terintegrasi melalui pembelajaran dikelas dan budaya sekolah, meliputi pembiasaan disiplin (ketepatan waktu), kegiatan religius (do’a bersama), diskusi kelompok serta kerja sama dalam tugas dan kegiatan kokurikuler. Peran guru terbukti sangat penting sebagai role model dalam penguatan nilai karakter melalui pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif, melalui keteladanan sikap dan contoh nyata dilingkungan sekolah. Faktor penghambat utama penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab meliputi pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital, perbedaan latar belakang keluarga dan lingkungan sosial siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta rendahnya kesadaran sebagian siswa terhadap nilai tanggung jawab. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas penguatan karakter bergantung pada integrasi pembelajaran, konsistensi keteladanan guru dan dukungan lingkungan sekolah. Implikasinya, diperlukan penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat serta pengembangan strategi pembelajaran kontekstual yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Copyrights © 2026