Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Adat Badamai untuk Penanganan Perundungan di Sekolah: Dari Punitif ke Restoratif Muhammad Kamil Ridha; Marzuki; Annisa Istiqomah; Roul Alvaro Prasetyo
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i6.2596

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai Adat Badamai dalam kurikulum Pendidikan Pancasila serta merumuskan desain bahan ajar inovatif berbasis kearifan lokal untuk meminimalisir perilaku perndungan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif analitis melalui analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Adat Badamai yang meliputi musyawarah, pemaafan (baakuran), keadilan restoratif dan tanggung jawab kolektif (babaikan) dapat diintegrasikan secara strategis dalam kurikulum Pendidikan Pancasila melalui pendekatan infusi, bukan sekadar sebagai materi suplemen. Desain bahan ajar terdiri atas empat komponen sekuensial: Narasi kearifan lokal, laboratorium perdamaian (studi kasus), simulasi mediasi (role play), dan lembar refleksi baakuran, mengadopsi lima tahapan mediasi kultural: Identifikasi konflik, pertemuan mediasi, negosiasi dan musyawarah, kesepakatan damai, serta simbolisasi perdamaian. Berbasis etnopedagogi dan pembelajaran berbasis masalah, bahan ajar ini mentransformasi paradigma penanganan perundungan dari punitif menuju restoratif, sekaligus menjadikan siswa sebagai agen perdamaian yang berakar pada identitas budaya, guna memperkuat kebajikan kewarganegaraan pada dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Model Penguatan Karakter Toleransi dan Tanggung Jawab melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila Priska Yuliana; Marzuki
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab, menganalisis peran guru, serta menganalisis faktor penghambat dalam penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Pancasila, serta siswa. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik, dengan analisis data menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermas, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penguatan karakter dilakukan secara terintegrasi melalui pembelajaran dikelas dan budaya sekolah, meliputi pembiasaan disiplin (ketepatan waktu), kegiatan religius (do’a bersama), diskusi kelompok serta kerja sama dalam tugas dan kegiatan kokurikuler. Peran guru terbukti sangat penting sebagai role model dalam penguatan nilai karakter melalui pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif, melalui keteladanan sikap dan contoh nyata dilingkungan sekolah. Faktor penghambat utama penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab meliputi pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital, perbedaan latar belakang keluarga dan lingkungan sosial siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta rendahnya kesadaran sebagian siswa terhadap nilai tanggung jawab. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas penguatan karakter bergantung pada integrasi pembelajaran, konsistensi keteladanan guru dan dukungan lingkungan sekolah. Implikasinya, diperlukan penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat serta pengembangan strategi pembelajaran kontekstual yang adaptif terhadap tantangan era digital.